Thursday, October 30, 2008

AKU Telah Menciptakan Engkau

Suatu peristiwa hiduplah seorang pemuda yang berkelimpahan.
Saat menjelang fajar, dimana dia sedang berjalan menikmati indahnya panorama pagi, berjumpalah dia dengan seorang gadis kecil yang tengah duduk termenung sendirian. Maka bertanyalah pemuda tersebut, "Sedang apakah engkau?", dan dijawab oleh gadis kecil tersebut, "Aku sedang menunggu waktu dimana fajar datang dan memberikan kehangatannya, serta belas kasih orang yang berkenan memberiku sarapan pagi".

Mendengar jawaban tersebut, terbitlah rasa iba sang pemuda, dan diajaklah gadis kecil tersebut ke dalam rumahnya dan diberinya sarapan pagi, sehingga membuat sang gadis kecil bersuka cita. Namun tidak demikian halnya dengan sang pemuda dan di dalam pikirannya tersimpan pertanyaan-pertanyaan mengenai keberadaan dan perbuatan TUHAN hari ini.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berkecamuk di dalam pikiran sang pemuda dan terbawa dalam tidur. Dalam mimpinya dia berjumpa dengan TUHAN dan segeralah dia berkata,
"TUHAN dimanakah Engkau hari ini?"
"Tidakkah Engkau berbuat sesuatu bagi gadis kecil yang malang itu?"

Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, TUHAN hanya tersenyum dan dengan lembut DIA berkata,
"Bukankah AKU telah berbuat?"
"AKU telah menciptakan engkau"

Mendengar jawaban tersebut, terhenyaklah pemuda tersebut dengan bibir terkatup.

Syukur Putra Adam

Dari tanah telah KAU ciptakan kami sebagaimana ENGKAU menciptakan Bapa Adam.
Dengan hembusan nafasMU berdetaklah jantung dan denyut nadiku.
KAU berikan kami akal dan menjadi wakilMU di muka bumi ini.

Sesungguhnyalah apa artinya diri ini tanpa KasihMU, karena tiada bedanya kami dengan tanah yang diinjak.
Tiada sujud selain kepadaMU dan tiada kata syukur selain untukMU, jasadku kembali kepada tanah dan rohku kembali kepadaMU.

Terjadilah padaku seturut kehendakMU.

Tuesday, November 30, 2004

Sang Tulang Rusuk

Pada suatu ketika datanglah seorang murid kepada gurunya dan berkata:
Murid: Aku telah memilih seorang wanita untuk menjadi pasangan hidupku dan memutuskan untuk segera menikahinya.
Guru: Muridku, saya senang mendengarnya, namun sepertinya ada menggundahkan hatimu?
Murid: Begitu dalam cintaku padanya, sehingga hatiku diliputi kegalauan, apakah aku dapat membahagiakannya kelak? Apakah yang harus aku perbuat bagi wanita pilihan hatiku itu?
Guru: Muridku, tahukah engkau darimana wanita itu diciptakan?
Murid: Dari tulang rusuk seorang pria, seperti aku ini adanya.
Guru: Mengapakah tidak diciptakan dari bagian atas kepalamu?
Murid: Kiranya tidak untuk menjadi atasanku.
Guru: Mengapakah tidak diciptakan dari bagian bawah kakimu?
Murid: Kiranya tidak untuk menjadi bawahanku.
Guru: Jadi mengapakah diciptakan dari bagian tulang rusukmu?
Murid: Kiranya dekat dengan hatiku untuk selalu dicintai dan di bawah kedua lenganku untuk senantiasa kudekap dan kulindungi. Jadi apakah yang harus kuperbuat?
Guru: Perbuatlah seperti yang engkau katakan, dan ingatlah selalu peran tulang rusuk yang sebegitu besar melindungi organ dalam tubuhmu, dan demikianlah kiranya seorang wanita yang sepertinya terlihat lemah akan melindungi dan menjaga martabat pria pasangan hidupnya.